POLA AKTIVITAS HEWAN
A.
TUJUAN
- Untuk mengetahui jarak edar harian (Achatina fulica) dan relasi dengan ukuran tubuhnyA.
- Untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas harian bekicot
(Achatina fulica) dengan pola
perubahan kondisi faktor lingkungan di habitatnya.
B.
DASAR TEORI
Pola aktivitas hewan merupakan
pergerakan atau aktivitas suatu organisme akibat adanya stimulus. Hewan hanya
dapat hidup, tumbuh, dan berkembangbiak dalam suatu lingkungan yang menyediakan
kondisi dan sumberdaya serta terhindar dari faktor-faktor yang membahayakan. Pola
aktivitas hewan sangat di pengaruhi oleh keadaan fisik-kimia lingkungan yaitu
suhu, kelembaban udara, pH, dan intensitas cahaya. Kolerasi antara interaksi
hewan dengan lingkungannya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Adanya
perubahan tempat tinggal maka hewan juga merespon terhadap perubahan tersebut
yang meliputi perubahan fisik, fisiologis, serta tingkah laku untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungan yang sedang dihadapinya (Resa et al., 2019).
Semua organisme memiliki
perilaku. Perilaku merupakan bentuk respon terhadap kondisi internal dan
eksternalnya. Menurut Suhara (2010), perilaku diartikan sebagai aktivitas
organisme akibat adanya suatu stimulus. Suatu respon disebut perilaku apabila
respon tersebut berpola, yaitu memberikan respon tertentu terhadap stimulus
tertentu. Pola perilaku tersebut akan memperlihatkan kemampuan hewan untuk
bertahan di dalam kehidupannya. Setiap spesies hewan memiliki pola perilaku
yang khas yang disesuaikan dengan struktur anatomi tubuhnya. Menurut Campbell (2008),
perilaku yang paling penting untuk mempertahankan kehidupan adalah perilaku
makan dan perilaku seksual.
Kebutuhan dasar seekor hewan
dapat dijabarkan oleh sebuah ethogram, dilengkapi dengan deskripsi perkembangan,
sosial, dan psikologi yang spesifik. Format ethogram dapat bervariasi, tetapi
pada umumnya meliputi perilaku epimeletik, perilaku etepimeletik, perilaku
makan, perilaku membuang kotoran, perilaku mencari perlindungan, perilaku
memeriksa, perilaku istirahat, perilaku meniru, perilaku seksual, dan perilaku
agonistik (Hardiyanti et al., 2015).
Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan bertubuh lunak dan memiliki
cangkang yang termasuk ke dalam filum mollusca dari kelas gastropoda yang
berarti berjalan menggunakan perut (tubuhnya). Menurut Nastiti (2013), Bekicot
berasal dari Afrika Timur, walaupun tergolong lambat dalam berjalan (melata)
bekicot telah tersebar ke seluruh dunia dalam waktu yang relatif singkat. Hal
ini karena bekicot berkembangbiak dengan cepat. Bekicot menggunakan paru-paru
untuk bernafas. Bekicot termasuk keong darat yang pada umumnya memiliki
kebiasaan hidup ditempat lembab dan tidak tahan terhadap sinar matahari
langsung. Kondisi lingkungan yang optimal untuk bekicot adalah di daerah tropis
basah. Bekicot aktif di malam hari (noktural). Sifat nokturnal bekicot bukan
semata-mata ditentukan oleh faktor gelap di waktu malam melainkan ditentukan
oleh faktor suhu dan kelembaban lingkungannya (Resa et al., 2019).
Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan yang bersifat hermaprodit atau
berkelamin ganda karena memiliki dua macam sel gamet pada tubuhnya namun
perkawinan tidak dapat dilakukan sendiri melainkan membutuhkan individu lain pada
proses kawinnya (Naomi et al, 2019). Perilaku kawin pada bekicot terdapat empat
fase yaitu fase pertemuan, fase bercumbu, fase kawin, dan fase akhir (Resa et
al., 2019). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bekicot dapat
berupa suhu, pH, kelembapan, Intensitas cahaya, dan media tumbuh (Khaerunnisa,
2016).
Jarak edar merupakan perilaku
aktif hewan di habitatnya terutama saat mencari makan dan mencari pasangan. Perilaku
harian dan jarak edar bekicot menunjukkan pola perilaku harian bekicot dan
jarak harian yang ditempuh bekicot. Bekicot (Achatina fulica) cenderung memilih daerah-daerah tertentu untuk
bersarang akan tetapi jarang kembali ke tempat yang sama persis. Bekicot (Achatina fulica) dewasa mempertahankan
wilayah jelajah dan daerah istirahat yang tidak tetap, sedangkan bekicot (Achatina fulica) yang belum dewasa
cenderung berpindah tempat (Fitriani, 2015).
C.
METODOLOGI
1.
Alat :
a.
Tali rapia
b.
Pasak 5 buah
c.
Meteran
d.
Alat tulis
e.
Smartphone
f.
Gunting
2.
Bahan :
a.
Bekicot (Achatina
fulica) 3 ekor
3.
Prosedur kerja :
a.
Disiapkan alat dan bahan yang digunakan.
b.
Dilakukan pengukuran panjang bekicot (Achatina fulica).
c.
Dibuat area untuk pengamatan yang akan dilakukan (3x3 m),
kemudian diletakkan di kondisi yang berbeda seperti area berumput dan tidak
berumput dan diamati
.
d.
Dilakukan pengamatan selama 24 jam, diamati jarak edarnya
selama 2 jam sekali serta diukur suhu dan kelembabannya.
e.
Dicatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan.
D.
HASIL PENGAMATAN
1.
Tabel Pengamatan jarak edar bekicot (Achatina fulica)
|
Nomor
|
Panjang Cangkang (cm)
|
Keterangan*
|
Jarak Edar ** (cm)
|
|
Urut
|
Kode
|
|
1
|
Ava
|
7,5 cm
|
Bergerak aktif
|
750 cm
|
|
2
|
Naru
|
7 cm
|
Bergerak sedang
|
704 cm
|
|
3
|
Nobi
|
6 cm
|
Bergerak lambat
|
698 cm
|
2.
Tabel pengamatan pola aktivitas bekicot (Achatina fulica)
|
No
|
Kode hewan
|
Waktu / 2 jam sekali
|
Jarak tempuh
|
Aktivitas
|
Deskripsi
|
|
1
|
Ava
|
07.00-09.00
|
20 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif mengeluarkan kepala dan memanjat patok setinggi 20 cm yang berada di
tengah plot.
|
|
09.00-11.00
|
7 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok sejauh 7 cm.
|
|
11.00-13.00
|
0 cm
|
Inaktif
|
Bekicot tidak melakukan
pergerakan apapun.
|
|
13.00-15.00
|
17 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok dan berjalan diatas tanah sejauh 17 cm
|
|
15.00-17.00
|
18 cm
|
Makan & aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju setelah makan sejauh 18 cm
|
|
17.00-19.00
|
62 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif maju sejauh 62 cm
|
|
19.00-21.00
|
77 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju sejauh 77 cm
|
|
21.00-23.00
|
80 cm
|
Eliminatif &
aktif
|
Bekicot
mengeluarkan feses setelah itu bergerak maju sejauh 80 cm
|
|
23.00-01.00
|
130 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju sejauh 130 cm
|
|
01.00-03.00
|
150 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 150 cm
|
|
03.00-05.00
|
110 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 110 cm
|
|
05.00-07.00
|
80 cm
|
Aktif &
inaktif
|
Bekicot bergerak
aktif sejauh 80 cm, setelah itu berdiam diri menempel pada batang pisang
|
|
2
|
Naru
|
07.00-09.00
|
17 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif memanjat patok setinggi 17 cm yang berada di tengah plot
|
|
09.00-11.00
|
13 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok sejauh 13 cm
|
|
11.00-13.00
|
0 cm
|
Inaktif
|
Bekicot tidak
melakukan pergerakan apapun
|
|
13.00-15.00
|
6 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok dan berjalan diatas tanah sejauh 6 cm
|
|
15.00-17.00
|
16 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju sejauh 16 cm
|
|
17.00-19.00
|
66 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju sejauh 66 cm
|
|
19.00-21.00
|
103 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan maju sejauh 103 cm
|
|
21.00-23.00
|
137 cm
|
Makan & aktif
|
Bekicot makan,
setelah itu bergerak aktif berjalan sejauh 137 cm
|
|
23.00-01.00
|
140 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 140 cm
|
|
01.00-03.00
|
65 cm
|
Eliminatif &
aktif
|
Bekicot
mengeluarkan feses, kemudian bergerak aktif berjalan sejauh 65 cm
|
|
03.00-05.00
|
87 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 87 cm
|
|
05.00-07.00
|
54 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 54 cm
|
|
3
|
Nobi
|
07.00-09.00
|
26 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif memanjat patok setinggi 26 cm yang berada di tengah plot
|
|
09.00-11.00
|
25 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok sejauh 25 cm
|
|
11.00-13.00
|
0 cm
|
Inaktif
|
Bekicot
tidak melakuakan pergerakan apapun
|
|
13.00-15.00
|
16 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif menuruni patok dan berjalan diatas tanah sejauh 16 cm
|
|
15.00-17.00
|
13 cm
|
Makan & aktif
|
Bekicot makan,
kemudian bergerak aktif berjalan sejauh 13 cm
|
|
|
|
17.00-19.00
|
18 cm
|
Eliminatif &
aktif
|
Bekicot
mengeluarkan feses dan bergerak aktif berjalan sejauh 18 cm
|
|
19.00-21.00
|
87 cm
|
Kawin & aktif
|
Bekicot melakukan
perkawinan dan bergerak aktif berjalan sejauh 87 cm
|
|
21.00-23.00
|
90 cm
|
Makan & aktif
|
Bekicot makan dan
bergerak aktif berjalan sejauh 90 cm
|
|
23.00-01.00
|
168 cm
|
Eliminatif &
aktif
|
Bekicot
mengeluarkan feses dan bergerak aktif berjalan sajauh 168 cm
|
|
01.00-03.00
|
98 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 98 cm
|
|
03.00-05.00
|
95 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 95 cm
|
|
05.00-07.00
|
62 cm
|
Aktif
|
Bekicot bergerak
aktif berjalan sejauh 62 cm
|
E.
PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang
telah dilakukan mengenai pola aktivitas hewan, bertujuan untuk mengetahui jarak
edar harian (Achatina fulica) dan relasi
dengan ukuran tubuhnya dan untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas harian
bekicot (Achatina fulica) dengan pola
perubahan kondisi faktor lingkungan di habitatnya.
Pola aktivitas hewan merupakan
pergerakan atau aktivitas suatu organisme akibat adanya stimulus. Jarak edar
merupakan perilaku aktif hewan di habitatnya terutama saat mencari makan dan
mencari pasangan (Fitriani, 2015). Pada praktikum pola aktivitas hewan, hewan
yang dijadikan bahan percobaan atau pengamatan adalah bekicot (Achatina fulica).
Bekicot (Achatina fulica) merupakan hewan dari filum mollusca yang bertubuh
lunak dan memiliki cangkang. Bekicot pada umumnya hidup ditempat lembab dan
tidak tahan terhadap sinar matahari langsung. Bekicot aktif di malam hari
(noktural). Sifat nokturnal bekicot ditentukan oleh faktor suhu dan kelembaban
lingkungannya (Resa et al., 2019). Perilaku atau aktivitas harian bekicot (Achatina fulica) meliputi perilaku
aktif, perilaku makan, perilaku eliminatif, perilaku inaktif, dan perilaku
kawin. Perilaku aktif merupakan kondisi ketika bagian kepala bekicot keluar
dari cangkang dan berpindah tempat. Perilaku eliminatif merupakan perilaku
bekicot mengeluarkan hasil pencernaan. Perilaku inaktif merupakan perilaku
bekicot dari cangkang (berdiam diri) dan hanya bagian badan yang menempel pada
bagian batang bawah daun tumbuhan (Fitriani, 2015).
Berdasarkan hasil pengamatan ke-1
pada bekicot (Achatina fulica) dengan
kode hewan Ava, diperoleh hasil bahwa bekicot dengan kode hewan Ava ini
memiliki pergerakan yang aktif bila dibandingkan dengan bekicot dengan kode
hewan Naru dan Nobi. Jarak edar yang ditempuh bekicot Ava selama 24 jam adalah
750 cm dan panjang cangkang bekicot adalah 7,5 cm. Pada pukul 07.00-09.00, bekicot
bergerak aktif dengan menaiki patok yang berada di tengah plot setinggi 20 cm.
Pada pukul 09.00-11.00,
bekicot bergerak aktif dengan menuruni patok yang berada ditengah plot sejauh 7
cm. Pada pukul 11.00-13.00, bekicot melakukan perilaku inaktif karena tidak
melakukan pergerakan apapun. Pada pukul 13.00-15.00, bekicot melakukan perilaku
aktif dengan berjalan sejauh 17 cm. Pada pukul 15.00-17.00, bekicot melakukan
perilaku makan dan perilaku aktif karena setelah bekicot makan beberapa menit
kemudian bekicot berjalan sejauh 18 cm. Pada pukul 17.00-19.00, bekicot
melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 62 cm. Pada pukul 19.00-21.00,
bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 77 cm. Pada pukul
21.00-23.00, bekicot melakukan aktivitas eliminatif karena mengeluarkan feses
dan aktivitas aktif karena berjalan sejauh 80 cm. Pada pukul 23.00-01.00,
bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 130 cm. Pada pukul
01.00-03.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 150 cm.
Pada pukul 03.00-05.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan
sejauh 110 cm. Pada pukul 05.00-07.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dan
aktivitas inaktif karena bekicot berjalan sejauh 80 cm kemudian berdiam diri
dengan menempel di batang pisang.
Berdasarkan hasil pengamatan ke-2 pada
bekicot (Achatina fulica) dengan kode
hewan Nobi, diperoleh hasil bahwa bekicot dengan kode hewan Nobi ini memiliki
pergerakan yang sedang dengan jarak edar selama 24 jam adalah 704 cm dan
panjang cangkang bekicot adalah 7 cm. Pada pukul 07.00-09.00, bekicot melakukan
aktivitas aktif dengan berjalan menaiki patok yang berada ditengah plot
setinggi 17 cm. Pada pukul 09.00-11.00, bekicot melakukan aktivitas aktif
dengan berjalan menuruni patok yang berada ditengah plot sejauh 13 cm. Pada
pukul 11.00-13.00, bekicot melakukan aktivitas inaktif karena bekicot tidak
melakukan pergerakan apapun. Pada pukul 13.00-15.00, bekicot melakukan
aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 6 cm. Pada pukul 15.00-17.00, bekicot
melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 16 cm. Pada pukul 17.00-19.00,
bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 66 cm. Pada pukul
19.00-21.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 103 cm.
Pada pukul 21.00-23.00, bekicot melakukan aktivitas makan dan aktivitas aktif
karena setelah bekicot makan kemudian bekicot berjalan sejauh 137 cm. Pada
pukul 23.00-01.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 140
cm. Pada pukul 01.00-03.00, bekicot melakukan aktivitas eliminatif dan
aktivitas aktif karena setelah bekicot mengeluarkan feses, bekicot melakukan
aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 65 cm. Pada pukul 03.00-05.00, bekicot
melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 87 cm. Pada pukul 05.00-07.00,
bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 54 cm.
Berdasarkan hasil pengamatan ke-3 pada
bekicot (Achatina fulica) dengan kode
hewan Nobi, diperoleh hasil bahwa bekicot dengan kode Nobi ini memiliki
pergerakan yang lambat bila dibandingkan dengan kode hewan Ava dan Naru. Jarak
edar yang ditempuh bekicot Nobi selama 24 jam adalah 698 cm dan panjang
cagkangnya adalah 6 cm. Pada pukul 07.00-09.00, bekicot melakukan aktivitas
aktif dengan berjalan menaiki patok yang berada ditengah plot setinggi 26 cm.
Pada pukul 09.00-11.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan menuruni patok
yang berada ditengah plot sejauh 25 cm. Pada pukul 11.00-13.00, bekicot
melakukan aktivitas inaktif karena bekicot tidak melakukan pergerakan apapun.
Pada pukul 13.00-15.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan berjalan
sejauh 16 cm. Pada pukul 15.00-17.00, bekicot melakukan aktivitas makan dan
aktivitas aktif karena setelah bekicot makan, bekicot berjalan sejauh 13 cm.
Pada pukul 17.00-19.00, bekicot melakukan aktivitas eliminatif dan aktivitas
aktif karena bekicot mengeluarkan feses dan berjalan sejauh 18 cm. Pada pukul
19.00-21.00, bekicot melakukan aktivitas kawin dan aktivitas aktif dengan
berjalan sejauh 87 cm. Pada pukul 21.00-23.00, bekicot melakukan aktivitas
makan dan aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 90 cm. Pada pukul 23.00-01.00,
bekicot melakukan aktivitas eliminatif dan aktivitas aktif dengan berjalan
sejauh 168 cm. Pada pukul 01-03.00, bekicot melakukan aktivitas aktif dengan
berjalan sejauh 98 cm. Pada pukul 03.00-05.00, bekicot melakukan aktivitas
aktif dengan berjalan sejauh 95 cm. Pada pukul 05.00-07.00, bekicot melakukan
aktivitas aktif dengan berjalan sejauh 62 cm.
Menurut Resa et al. (2019), Bekicot merupakan
hewan nokturnal yang aktif di malam hari dan sifat nokturnal bekicot ditentukan
oleh faktor suhu dan kelembaban di lingkungannya. Beberapa faktor yang
mempengaruhi kenerja hewan di lingkungannya adalah pH, suhu, dan kelembaban. Kondisi
suhu dan kelembaban disekitar lokasi pengamatan selama 24 jam adalah pada pukul
07.00-09.00 memiliki suhu 30.8℃ dan kelembaban 77%, pada pukul 09.00-11.00
memiliki suhu 31℃ dan kelembaban 68%, pada pukul 11.00-13.00 memiliki suhu
38.2℃ dan kelembaban 47%, pada pukul 13.00-15.00 memiliki suhu 33.9℃ dan
kelembaban 54%, pada pukul 15.00-17.00 memiliki suhu 32℃ dan kelembaban 59%,
pada pukul 17.00-19.00 memiliki suhu 31.8℃ dan kelembaban 60%, pada pukul
19.00-21.00 memiliki suhu 31.6 ℃ dan kelembaban 62%, pada pukul 21.00-23.00
memiliki suhu 30℃ dan kelembaban 68%, pada pukul 23.00-01.00 memiliki suhu 28℃
dan kelembaban 71%, pada pukul 01.00-03.00 memiliki suhu 26.2℃ dan kelembaban
73%, pada pukul 03.00-05.00 memiliki suhu 24℃ dan kelembaban 77%, dan pada
pukul 05.00-07.00 memiliki suhu 28℃ dan kelembaban 69%.
Bekicot mempunyai sepasang tentakel yang
berfungsi sebagai indera peraba dan perasa yang bergerak dengan perut, tentakel
berfungsi untuk merasakan perubahan suhu tubuhnya, sebagai petunjuk jalan dan petunjuk
adanya makanan. Bekicot memiliki lendir dan dapat digunakan untuk membantu
penyembuhan luka karena lendir bekicot mempunyai kandungan Achasin dan Acharan sulfat.
F.
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang
telah dilakukan mengenai pola aktivitas hewan, dapat disimpulkan sebagai
berikut.
1.
Bekicot (Achatina
fulica) dengan kode hewan Ava memiliki jarak edar selama 24 jam sejauh 750
cm dan memiliki panjang cangkang 7,5 cm. Bekicot (Achatina fulica) dengan kode hewan Naru memiliki jarak edar selama
24 jam sejauh 704 cm dan memiliki panjang cangkang 7 cm. Bekicot (Achatina fulica) dengan kode hewan Nobi
memiliki jarak edar selama 24 jam sejauh 698 cm dan memiliki panjang cangkang 6
cm.
2.
Proses pengamatan pola aktivitas bekicot di pengaruhi
oleh perubahan suhu dan kelembaban. Bekicot (Achatina fulica) dengan kode hewan Ava, pada proses pengamatan yang
dilakukan selama 24 jam bekicot tersebut melakukan aktivitas aktif, aktivitas
inaktif, aktivitas makan, aktivitas eliminatif. Bekicot (Achatina fulica) dengan kode hewan Naru, pada proses pengamatan
yang dilakukan selama 24 jam bekicot tersebut melakukan aktivitas aktif,
aktivitas inaktif, aktivitas makan, dan aktivitas eliminatif. Bekicot (Achatina fulica) dengan kode hewan Nobi,
pada proses pengamatan yang dilakukan selama 24 jam bekicot tersebut melakukan
aktivitas aktif, aktivitas inaktif, aktivitas makan, aktifitas eliminatif, dan
aktivitas kawin.
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, N. A. Dan J. B. Recce. 2008. Biologi,
Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta : Erlangga
Fitriani, F. 2015. Perilaku Harian Dan Jarak Edar Achatina fulica. Skripsi.
Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Hardiyanti, Hala, Y., Dan Tenriawaru, E. K. 2015. Identifikasi Pola
Perilaku Pada Semut Jepang Dewasa. Jurnal
Bionature. 16(2) : 63 – 68
Khaerunnisa, L. 2016. Pengaruh Perbedaan Media Penetasan Terhadap Daya
Tetas Telur Dan Daya Hidup Bekicot (Achatina
fulica). Jurnal Biologi 5(3) :
29-32
Nastiti, Rima. 2013. Sukses Budidaya Bekicot
Mudah, Murah, dan Untung Melimpah. Yogyakarta : Pustaka Baru Press
Naomi, A., Hamzah, L. T., Nainggolan, Y. N., Dan Kumalawati, A. L. 2019. Analisi Keberadaan Bekicot (Achatina fulica) Dengan Metode Indirect
Sampling Di Lingkungan Universitas Tidar. Proceeding
Of Biology Education. 3(1) : 178-184
Resa, D., Maulita, N. I., dan Albar, R. 2019. Pola Aktivitas Dan Jarak Edar
Achatina Fulica Di Pemukiman Warga
Desa Deudap Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Biotik. 5(1) : 47-53
Suhara. 2010. Modul Pembelajaran Ilmu
Kelakuan Hewan (Animal Behaviour).
Bandung : Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI