Jumat, 19 November 2021

MAKALAH BIOKIMIA

MAKALAH BIOKIMIA

 LEMAK

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Biokimia

Dosen pengampu : Dr. Yunita, M.pd


Disusun Oleh:

        1. Durotul Baniyah (1808106014)

 2. Nurbaetina (1808106022)

TADRIS IPA BIOLOGI A

 

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SYEKH NURJATI CIREBON

Jl. Perjuangan By pass Sunyaragi Cirebon

2019

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  LATAR BELAKANG

            Lipid yang terdapat dalam makanan sebagian besar berupa lemak, oleh karena itu metabolisme yang akan dibahas terutama metabolism lemak. Pada umumnya lipid merupakan kondektur panas yang jelek, sehingga lipid dalam tubuh mempunyai fungsi untuk mencegah terjadinya kehilangan panas dari tubuh. Makin banyak jumlah lemak, makin baik fungsinya mempertahankan panas dalam tubuh. Pada proses oksidasi 1 gram lemak karbohidrat maupun protein hanya menghasilkan 4 kkal. Selain itu lemak mempunyai fungsi melindungi organ-organ tubuh tertentu akibat benturan atau goncangan. Lemak juga merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung vitamin A, D, E dan K.

1.2 RUMUSAN MASALAH 

  1. Apa yang dimaksud dangan lemak?    
  2. Apa fungsi lemak secara umum? 
  3. Bagaimana sifat kimia dan fisik lemak? 
  4. Bagaimana proses biosintesis trigliserida, biosintesis fosfolipid, dan biosintesis kolestrol?

1.3 TUJUAN 

  1. Untuk mengetahui pengertian lemak. 
  2. Untuk mengetahui fungsi lemak secara umum.
  3.  Untuk mengetahui sifat kimia dan fisik lemak. 
  4. Untuk mengetahui proses biosintesis trigliserida, biosintesis fosfolipid, dan biosintesis kolestrol.

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  

1.1 Lemak

Lemak didefinisikan sebagai senyawa yang tidak larut dalam air yang diekstrak dari organisme hidup menggunakan pelarut yang kepolarannya lemah atau pelarut nonpolar. Lemak tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar seperti alkohol, eter, dan kloroform.

1.2 Biosintesis Trigliserida

Trigliserida merupakan lipid cadangan yang dapat disintesis secara aktif dalam jaringan sel hewan dan tumbuhan terutama didalam sel lemak dan sel hati di dalam mamalia. senyawa awal untuk biosintesis trigliserida adalah gliserol-3 fofat dan senyawa asil koenzim-A.

1.3 Biosintesis Fosfolipid

Fosfolipid merupakan asam lemak yang terikat kovalen dengan fosfat.

1.4 Biosintesis kolestrol

Kolestrol merupakan salah satu dari golongan lipid yang memiliki komponen alkohol steroid yang berfungsi sebagai sumber kalori. Kolestrol sebagian besar disintesis di dalam hati dan sedikit oleh kelenjar adrenal, testis, kulit, dan usus.

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1 Lemak

Lemak adalah suatu molekul asam lemak yang terikat dengan gliserol. lemak terbentuk karna kelebihan kalori dalam tubuh. lemak terdiri dari sel-sel lemak yang disebut adiposit. sel ini berisi molekul lemak (trigeliserida) yakni R1-COOH, R2-COOH, dan R3-COOH. molekul lemak atau trigeliserida ini dapat dipecah menjadi molekul yang lebih kecil yaitu gliserol dan tiga buah asam lemak.

Struktur kimia lemak


Senyawa-senyawa yang termasuk lipid dapat dibagi dalam tiga golongan yaitu:

  1. Lipid Sederhana, yaitu ester atau ikatan asam lemak dengan berbagai alkohol, contohnya lemak atau gliserida dan lilin (waxes) 
  2. Lipid Kompleks (Gabungan), yaitu ester asam lemak yang mempunyai gugus lain  disamping alkohol dan asam lemak misalnya karbohidrat, fosfat, ataupun protein, contohnya fosfolipid,glikolifid,lipoprotein. 
  3. Derivat Lipid yaitu senyawa yang di hasilkan oleh prosese hidrolisis lipid,contohnya asam lemak,gliserol,dan sterol.

3.2  Fungsi lemak

  1. Cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 
  2. Penyerap dan pembawa vitamin A, D, E dan K. 
  3. Penahan goncangan dalam melindungi organ vital dan melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.
  4.  Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen yang membentuk membrane semua jenis sel. 
  5. Sebagai hormon dan vitamin. Hormon mengatur komunikasi antar sel, sedangkan vitamin membantu regulasi proses-proses biologis. 
  6. Pembentukan sel dan sumber asam lemak esensial yang bersifat sebagai pemelihara dan integritas membran sel, mengoptimalkan transpor lipid.

3.3  Sifat kimia dan fisik lemak

  • Sifat kimia

a.       Reaksi hidrogenasi 

            Lemak cair (minyak) dapat dipadatkan dengan menjenuhkan ikatan rangkapnya, yaitu melalui reaksi hidrogenasi.

b.      Reaksi hidrolisis 

            Lemak dan minyak dapat mengalami reaksi hidrolisis menghasilkan alkohol dan asam lemak. Contoh: gliseril tristearat menghasilkan gliserol dan asam lemak.

c.       Reaksi penyabunan 

           Reaksi lemak dan minyak dengan suatu basa kuat seperti NaOH atau KOH menghasilkan sabun. Oleh karena itu, reaksinya disebut reaksi penyabunan (saponifikasi). Pada pembuatan sabun, juga terbentuk gliserol sebagai hasil sampingan.

                  Contoh: reaksi penyabunan gliseril tristearat

 

  • Sifat fisik

a.    Umumnya lemak hewan berbentuk padatan pada suhu kamar dan lemak tumbuhan berbentuk cairan pada suhu kamar.

b.    Lemak yang titik leburnya lebih tinggi mengandung asam lemak jenuh, sedangkan lemak yang mengandung titik lebur rendah mengandung asam lemak tak jenuh. Titik lebur lemak tergantung kepada panjang pendeknya rantai karbon yang dimiliki. Contohnya lemak sapi mencair pada suhu 49°C dan kembali memadat pada 36°C.

c.    Lemak netral tidak larut dalam air, tapi larut dengan baik pada kloroform dan benzena. Alkohol panas juga merupakan pelarut lemak yang baik, tapi lemak tidak terlalu larut dalam alkohol dingin.

3.4  Biosintesis trigliserida

Tahapan biosintesis trigliserida sebagai berikut:

1.   Gliserol fosfat → gliserol→ dihidroksi aseton fosfat

2.   Gliserol fosfat →2 Ko asil→asam fosfatidat

3.   Asam fosfatidat →1,2 dligiserida→trigliserida

3.5  Biosintesis fosfolipid

Biosintesis fosfolipid merupakan tahapan lanjutan dari biosintesis trigliserida, tahapan biosintesis fosfolipid sebagai berikut:

  1. 1,2 digliserida→fosfitidil etanolamina→CDP-kolin 
  2.  CDP-kolin→fosfotidil etanolamina / fosfatidil kolin 
  3. Fosfotidil etanolamina →Fosfotidil serin

3.2  Biosintesis Kolestrol

Tahapan biosintesis kolestrol sebagai berikut:

Eko Junianto: Kolesterol

 

                                                                                          .                            

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

  1. Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA. Enzim yang bekerja sebagai katalis adalah enzim yang terdapat pada sitoplasma, sedangkan enzim pemecah asam lemak terdapat pada mitokondria. Reaksi awal adalah karboksilasi asetil koenzim A menjadi malonil koenzim A. 
  2. Tahap biosintesis trigliserida yaitu pembentukan gliserofosfat, gliserofosfat bereaksi dengan 2 mol asil koenzim A, reaksi hidrolisis asam fosfatidat dengan fosfatase sebagai katalis dan menghasilkan suatu 1,2-digliserida, tahap akhir yaitu membentuk trigliserida. 
  3. Tahap biosistesis fosfolipid yaitu 1,-2 digleserida dapat bereaksi dengan sitidifosfat-etanolamina menghasilkan fosfatidil etanolamina, CDP-kolin dan CDP-etanolamina dapat dihasilkan oleh reaksi Etanolamina atau fosforilkolin mina atau CDP-kolin, Fosfatidiletanolamina dapat terbentuk dari fosfatidilserin dengan reaksi dekarboksilasi. Dalam reaksi ini pergantian gugus etanolamina dengan gugus serin.
  4.  Pembentukan kolestrol berlangsung melalui beberapa reaksi yang membentuk senyawa-senyawa yaitu geranil pirofosfat, skualen, dan lanosterol. Kecepatan pembentukan kolestrol dipengaruhi oleh konsentrasi yang telah ada dalam tubuh

 

DAFTAR PUSTAKA

Poedjiadi, Anna & Supriyanti, Titin F.M. 2012. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI Press.

Kuchel P, Ralston GB. 2006. Biokimia.  Jakarta :  Erlangga.

MAKALAH BIOKIMIA

MAKALAH BIOKIMIA   LEMAK Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Dosen pengampu : Dr. Yunita, M.pd ...